Langsung ke konten utama

30 Ton Sampah Pulau Harus Dipikirkan Pemprov Diminta Serius Cari Solusi


dataku14 - 700 ton sampah tiap harinya disumbangkan Jakarta ke tempat pembuangan sampah (TPS) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Khusus Pulau Seribu, disinyalir menyumbang 30 ton sampah setiap harinya.

Di tengah kekhawatiran sejumlah pihak terhadap volume sampah yang makin over load di TPS Bantargebang, Anggota DPRD DKI Jakarta Dapil Pulau Seribu, Neneng Hasanah merasakan kegelisahan pengolahan sampah di Pulau Seribu.

“30 ton sampah tiap harinya dari pulau dikirimkan ke Bantargebang. Itu harus ditanggulangi. Tujuannya agar Jakarta mengelola sampah dari sumbernya bisa berhasil,” ujar anggota Komisi D DPRD DKI itu kepada Ipol.id, Rabu (10/5).

Sesuai aturan pemerintah yang tercantum dalam Pergub No.77 tahun 2020. Tentang pengolahan sampah dari sumbernya, Pemprov DKI Jakarta harus berperan aktif dalam menuntaskan misi peraturan tersebut, sehingga Jakarta berhasil menjadikan zero sampah yang dikirimkan ke TPS Bantargebang.

“Yang terjadi saat ini jauh dari harapan. Pengelolaan sampah dari sumbernya, ternyata tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Masyarakat pulau justru banyak yang mengeluhkan, pasca mengelola sampah organik dan non organik. Masyarakat malah kebingungan untuk menyalurkan hasil kerajinan tangan dari hasil sampah-sampah yang sudah dikelola secara baik oleh mereka,” paparnya.


Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Bunda itu pun menceritakan, hasil kerajinan tangan dari sampah non organik seperti plastik bekas bungkus kopi dan botol yang dikelola. Kecenderungannya, sambung Bunda sulit untuk dipasarkan dan tidak memiliki sarana memadai untuk disalurkan.

Begitu pula, dengan sampah non organik yang dihasilkan dari sampah rumahan, berupa sampah bekas sayur-sayuran. Disamping itu, budi daya maggot. Pasca berkembang biak, kenyataannya pun sulit dipasarkan.

Sehingga, kata anggota DPRD DKI tiga periode itu masyarakat banyak yang merasa kecewa. Di samping karena nilai jualnya yang jauh dari harapan.

“Di pulau sulit dipasarkan. Jika dibawa ke Jakarta, ongkosnya mahal. Tentunya ini harus dicarikan solusi oleh Pemprov. Jangan sampai semangat masyarakat pulau menurun dalam menjalankan program pemerintah dalam meminimalisir sampah. Yang nantinya beresiko terhadap kegagalan penanganan sampah di Jakarta,” bebernya.

Hadir dalam acara sosialisasi Perda No.4 tahun 2019, tentang pengelolaan sampah di tiga pulau, yakni Pulau Tidung, Pulau Lancang dan Pulau Untung Jawa. Ade Slamet (Wakil Camat Seribu Selatan) Sachrudin (Kasie Pemerntahan Kelurahan Pulau Tidung), Supriyadi (Lurah Pulau Untung Jawa), Sekel Pulau Pari dan pejabat di pulau lainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkan Pertemuan Cak Imin, SBY, dan AHY, Demokrat: Halal Bihalal dan Bahas Isu Kebangsaan

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Ketua Umum Partai Demokrat Dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Ketua Umum PKB Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berencana melakukan Silaturahmi Kebangsaan kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, pada hari Rabu, 3 Mei 2023, pukul 19.30 wib. Silaturahmi ini bertempat di kediaman Bapak SBY di Puri Cikeas, Bogor. Dalam pertemuan ini, Bapak SBY, yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai akan didampingi oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Teuku Riefky, Bendum Renville Antonio dan jajaran pengurus teras lainnya. Sedangkan Cak Imin akan didampingi oleh Sekjen Hasanuddin Wahid, Waketum Jazilul Fawaid, Ketua Fraksi Cucun Ahmad Samsurijal, dan Sekretaris Dewan Syuro KH Saifullah Ma’shum. “Pertemuan yang masih dalam nuansa lebaran ini merupakan halal bihalal sambil membahas isu-isu kebangsaan, ini adalah tradisi yang baik. Demokrat dan PKB merupakan parpol ...

Kabar MA Bakal Kabulkan PK KSP Moeldoko, SBY ke Kader Demokrat: Jika Keadilan tak Datang, Kita Berhak Memperjuangkannya

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menanggapi unggahan Pakar Hukum Tatanegara, Prof Denny Indrayana di media sosial Twitter, terkait pengambilalihan Partai Demokrat oleh KSP Moeldoko lewat upaya PK di Mahkamah Agung (MA). Presiden keenam RI ini mengaku mendapat informasi dari salah seorang mantan menteri. Menurut SBY, mengenai info adanya tangan-tangan politik yang mengganggu Partai Demokrat agar tidak bisa berkontestasi di Pemilu 2024, itu adalah kemunduran demokrasi. “Tadi malam saya terima telpon dari mantan menteri yang sampaikan pesan politisi senior (bukan Partai Demokrat) berkaitan PK Moeldoko ini. Pesan seperti ini juga kerap saya terima. Jangan-jangan ini serius bahwa Demokrat akan diambil alih?” tanya SBY. “Berdasarkan akal sehat,” lanjut SBY, “Sulit diterima PK Moeldoko dikabulkan MA karena sudah 16 kali Pihak KSP Moeldoko kalah di pengadilan. Kalau ini terjadi, info adanya tangan-tangan politik untuk ganggu Demokrat agar tak bi...